gbr

Jumat, 24 April 2015

On 13.31 by Aceh Tenggara in    No comments

Puluhan mahasiswa dan aktivis lingkungan yang tergabung dalam Koalisi Aksi Peduli Bumi Aceh (Koalisi APBA) memperingati hari bumi yang jatuh setiap 22 April. Peringatan itu disampaikan mahasiswa dengan cara melakukan aksi damai di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Rabu (22/4).

Dalam aksinya, mahasiswa membawa sejumlah properti seperti bolah bumi berukuran kecil, dan sejumlah spanduk yang tertulis tentang harapan mereka kepada Pemerintah Aceh untuk lebih memperhatikan keadaan hutan, lingkungan, dan alam Aceh. Dalam aksi yang mengusung tema “Selamatkan Bumi, Wujudkan Aceh Hijau” itu mahasiswa juga mengenakan topeng para petinggi Aceh seperti Wali Naggroe, Gubernur Aceh dan beberapa lainnya.

Koordinator Aksi, Juwandi dalam orasinya menyampaikan, aksi tersebut sengaja dilakukan untuk memperingati hari bumi. Menurutnya dengan memperingati hari tersebut setidaknya pihaknya telah membuktikan bentuk perhatian terhadap kondisi hutan Aceh saat ini.

“Kerusakan alam Aceh saat ini semakin parah saja, ini ulah orang-orang yang ingin mengambil untung dari alam Aceh. Kita mengutuk siapa yang selama ini merusak hutan Aceh. Melalui hari bumi ini kita ingin mengajak siapa saja, terutama pemerintah untuk menjaga alam Aceh,” ujarnya.

Disebutkan, Pemerintah Aceh harus mewujudkan kesejahteaan pengelolaan APBA yang berprinsip kesejahteraan dan berkeadilan bagi rakyat dan kelestarian lingkungan hidup di Aceh. Ia juga menyebutkan rencana tata ruang wilayah Aceh (RTRWA) belum pro rakyat. “Eksploitasi sumber daya alam Aceh terus dilakukan saat ini, itu juga sama sekali tidak memihak kepada pembangunan Aceh secara berkelanjutan. Kita mohon pemerintah untuk peduli terhadap hal ini,” sebutnya.


Aksi yang dilakukan sekira satu jam itu cukup membuat keadaan macet di seputaran Simpang Lima itu. Pasalnya saat bersamaan keadaan macet juga dipicu oleh kebakaran Kantor Operasional Bank Aceh di Jalan Daud Tgk Beureueh pagi kemarin. Namun begitu, aksi mahasiswa dan aktivis lingkungan itu berjalan tertib di bawah kawalan ketat pihak kepolisian.(sb-serambi indonesia)


Reaksi:

0 komentar: