gbr

Selasa, 17 Maret 2015

On 15.00 by Aceh Tenggara in    No comments

Aceh menjadi salah satu daerah yang selalu dikenang oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jauh sebelum ia menduduki jabatan sebagai Presiden Republik Indonesia, Jokowi sempat meniti karir sebagai karyawan di PT kraft Aceh (Persero) yang harus membuatnya tinggal di Aceh selama beberapa bulan.
 
Saat mengunjungi Aceh untuk meresmikan terminal penerimaan dan regasifikasi Arun, Lhoksumawe, Aceh Utara, Senin (9/4/2015), Ia pun menceritakan kisahnya saat meniti karir di tanah rencong tersebut.

Pada 1985 atau setelah lulus kuliah dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Jokowi langsung diterima untuk bekerja di Kraft Aceh. Mau tidak mau ia pun harus meninggalkan tanah Jawa dan merantau di tanah Aceh, tepatnya di daerah Lhoksumauwe.

"Tahun 85, saya bekerja di Tanah Rencong ini, di Lhoksumauwe, tepatnya di PT Kertas Kraf Aceh, dan juga dulu di Aceh Tengah Takengon sekarang ada pemekaran," kenang Jokowi.

Ia melanjutkan, setelah bekerja selama setengah tahun, ia pun ikut memboyong isterinya Iriana yang sedang mengandung putra pertamanya, Kaesang Pangarep. "Jadi istri saya hamil anak pertama di Aceh," tuturnya.

Oleh  sebab  itu, Jokowi berucap, Aceh bukan daerah yang asing bagi dia dan juga istrinya. Sejak saat itu, ia sering mengunjungi wilayah-wilayah di Aceh. "Sebetulnya saya sudah sering wira-wiri Lhoksumawue-Takengon-Banda Aceh, jadi Aceh bukan sesuatu yang baru bagi saya dan Bu Iriana," terangnya.

Saat ini, Jokowi kembali mengunjungi Aceh. Namun bukan sebagai karyawan dari Kraft Aceh lagi melainkan sebagai Presiden Republik Indonesia. Jokowi mengunjungi Aceh untuk meresmikan terminal pengolahan gas alam cair Arun Aceh, yang dioperasikan cucu usaha PT Pertamina (Persero) yaitu PT Perta Arun Gas.

Terminal Regasifikasi dan Penerimaan LNG Arun akan memproses regasifikasi awal, satu kargo LNG, yang  telah diterima sejak 19 Februari 2015 lalu dari fasilitas Tangguh LNG di Papua. Setelah regasifikasi selesai, gas akan disalurkan ke Pembangkit Listrik PLN Arun yang berlokasi di Aceh Utara.

Total kebutuhan gas yang akan disalurkan kepada pembangkit PLN sebesar 135 juta kaki kubik per hari (mmscfd) yang terdiri dari 40 mmscfd untuk pembangkit listrik Arun dan 95 mmscfd untuk pembangkit listrik Belawan.

Sementara untuk industri, berdasarkan hasil pemetaan potensi penggunaan gas, kebutuhan industri di wilayah Sumatera Utara diperkirakan mencapai 250 mmscfd. (Pew/Gdn)

Sumber: Liputan6.com
Reaksi:

0 komentar: