gbr

Rabu, 23 Maret 2016

On 11.04 by Aceh Tenggara   No comments
Sekretaris Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Agara, tengah mengawasi stafnya dalam melayani pengisian formulir KTP-El, KK dan Akte Kelahiran, salah satu bentuk keseriuasan dinas ini dalam melayani perekaman data Warga Agara, gambar di abadikan selasa (22/3). (Website Agara/Husaini Amin) 
Oleh: Husaini Amin
Masih minimnya pemahaman dan keinginan masyarakat dalam pengurusan dan perekaman data pribadi  di Kantor Pelayanan Dinas Kependudukan dan  Catatan  Sipil Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh. Tercatat sekitar 45.868 dari 230.000 jiwa, penduduk di 16 Kecamatan  per 1 maret 2016. Belum mendaftarkan diri dalam perekamam KTP-Elektronik. 


Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil  Kabupaten Aceh Tenggara, Ahmad Husin,S.Sos  di dampingi sekertarisnya Firman Desky,S.Sip di ruang kerjanya Selasa (22/3)  kepada Penulis. 
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Aceh Tenggara Tengah beraktivitas diruang kerjanya bentuk komitmentnya terhadap capaiaan kinerja dinasnya, dalam penuntasan pelayani pencetakan KTP-Elektronik, KK dan Akte Kelahiran. Diabadikan Selasa (22/3). (Website Agara/Husaini Amin)
 
                Dari rekapitulasi  jumlah desa, jumlah penduduk, kepala keluarga, jumlah penduduk wajib KTP Elektronik, jumlah perekaman KTP Elektronik, Distribusi KTP-El serta data belum melakukan perekaman pada laporan dinasnya per 1 Maret 2016, sekita 45.868 jiwa belum terdaftar di Capil untuk  merekam data pribadi mereka.
                Khusus untuk agregat kependudukan per Kecamatan berdasarkan  kepemilikan akte kelahiran kelompok umur 0-18 tahun per 23 Maret 2016, tercatat dari 79,324 jiwa yang sudah memiliki akte sekitar 30,089 jiwa yang belum memiliki data akte lahir  sekitar 49,235 jiwa atau sekitar 62,1  persen, data berpariatif di temukan pada  Kecamatan Lawe Alas 5,960 jiwa yang sudah mengurus 2,574 jiwa, belum memiliki sekitar 3,386 jiwa.
                Sementara itu di Kecamatan Lawe Sigala-gala sebanyak 7,700 jiwa sudah memiliki Akte lahir 2,780 jiwa yang belum 4,920 jiwa, untuk Bambel 6,662 jiwa, 3,146 (sudah), 3,516 jiwa (belum), kecamatan Babussalam 10.852 Jiwa, sudah miliki Akte 4,751 (sudah), 6,101 (belum). Badar 5,093 jiwa, 2,222 jiwa (sudah), 2,871 jiwa (Belum).Babul Makmur 5,352 Jiwa, 1,642 (sudah), 3,710 (belum).Darul Hasanah 5,271 jiwa, 2,131 (sudah),3,140 (belum).Lawe Bulan 6,203 jiwa, 2,508 jiwa (sudah), 3,695 jiwa (belum memiliki akte kelahiran).
                Di Kecamatan Bukit Tusam tercatat anak belum memiliki data akte sekitar 2,726 jiwa, yang sudah memiliki data akte sekitar 1,481 jiwa dari 4,207 jiwa. Pada wilyah kecamatan  Semadam  jumlah anak usia 0-18 tahun sekitar 4,587 jiwa, 1,494 jiwa (Sudah) dan 3,093 jiwa (Belum).Kecamatan Babul Rahmah 3,298 Jiwa, 789 jiwa (Sudah), 2,509 Jiwa (Belum). Ketambe ada 3,910 jiwa, 1,493 jiwa (sudah),2,417 Jiwa (Belum).Deleng Pokhkisen 2,998 Jiwa, Sudah ada sekitar 940 jiwa,2,058 Jiwa (belum).
                Pada Kecamatan Lawe Sumur 2,889 Jiwa, udah ada sekitar 1,419 jiwa dan 1,470 jiwa (belum mengurus), Tanoh Alas sekitar 1,553 Jiwa, 279 jiwa (sudah) dan belum memiliki Akte 1,274 jiwa, di Kecamatan Leuser ada 2,789 jiwa, yang sudah memiliki akte kelahiran sebanyak 440 jiwa dan yang belum memiliki 2,349 jiwa kata Ahmad Husin.
                Pihaknya sangat berharap kepada Kepala keluarga yang ada di 16 Kecamatan untuk segera mengurus data akte kelahiran anaknya masing-masing, tujuannya untuk pemutakhiran data anak yang sudah dicanangkan pemerintah pusat.
                Khusus data KK dan KTP-Elektronik tersebar di 16 Kecamatan terdiri dari 385 Desa tercatat saat ini jumlah penduduk kita sekitar 230.000 jiwa dari 60.783 Kepala Keluarga (KK), jumlah penduduk wajib memiliki KTP-El  sebanyak 155,312 Jiwa. Yang sudah merekam sebanyak 109,444 Jiwa yang sudah kita terbitkan dan terealisasi sekitar 101,105 KTP-Elektronik dan yang belum memiliki identitas resmi KTP-El sebanyak 45.686 jiwa.
                Kendala yang selama ini dihadapi Dinas Dukcapil,  tidak terlepas dari minimnya kepercayaan masyarakat atas pasilitas perekaman data yang ada di kantor kecamatan masing-masing, jika data sudah terekam di sana, kan lebih memudahkan kita dalam merealisasikan KTP-el tersebut.
                Struktur pelayanan Dukcapil Agara,  yang tersedia meliputi pelayanan KTP-El, KK, Akte kelahiran, Akte Kematian, Akte perkawinan, Akte kematian dan Akte pengakuan anak, terdiri 4 Kabid, terdiri dari Bidang Kependudukan, catatat Sipil, Pengedalian penduduk dan Pengembangan SDM, serta di bantui 12 Kasi dan 3 Kasubag, yang akan melayani masyarakat  dari seluruh wilyah Kabupaten Aceh Tenggara.
                Terkadang  kita kerap mendapat keluhan dari masyarakat, dinilai Dukcapil lambat memberi pelayanan, pertama gedung yang tidak memadai dan alat rekam yang terbatas, mengakibatkan kerap terjadi antrian , terang Ahmad Husin.
                Khusus untuk pelayanan penerbitan Akte Kelahiran anak berdasarkan Permendagri No  9/2016 tentang Percepatan Cakupan Kepemilikan Akte kelahiran Anak dalam waktu dekat akan di gulirkan kepada masyarakat dengan Format tersendiri.
                Saat ini petugas Dukcapil tengah bersafari turun kelapangan,dalam rangka oftimalisasi pelayanan langsung ke 16 wiayah kecamatan, untuk mensosialisasikan akan pentingnya indentitas anak, KK dan KTP-El, petugas juga langsung membantu warga setempat dalam pengurusan Akte dan KTP serta KK , menuju optimalisasi target pemerintah pusat dalam penuntasan indentitas warga Agara, kata Firman desky,SSTP  menambahkan.
                Dukcapil Agara, sudah memberikan layanan cepat khusus untuk data Akte kelahiran dan KK Pasien rawat jalan, proses penerbitan data akte kelahiran anak umur 0-30 hari kita akan melayani dalam 2 hari kerja, khusus pasien rawat jalan dalam pengurusan Kartu Keluarga (KK) kita terbitkan dalam waktu 1 hari kerja.
                Hambatan yang kerap kita hadapi, masalah jaringan terkadang susah terhubung dengan Server  Dirjen  di jakarta, alhamdulillah dalam beberapa pekan terakhir, tidak ada lagi  gangguan, jaringan  tetap  terhubung dan memudahkan kita melayani pencetakan KTP-Elektronik, ungkap Firman.
                Kendati  pencetakan KTP-Elektronik  telah terekam datanya di kecamatan masing-masing, namun dalam pendristibusian masih kita layani di kantor pusat dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, menjawab penulis firman merinci, angka kunjungan masyarakat baik dalam pengurusan Akte, KTP dan KK berkisar  50-100 orang pada hari kerja Senin hingga Kamis, jum’at dan Sabtu biasnya sepi dari kunjungan masyarakat, padahal kita tetap masuk kerja dan menunggu untuk memberikan pelayanan seperti biasanya, mungkin keterbatasan waktu masyarakat untuk datang ke kantor Dukcapil.
                Temuan kita dibidang lain, minimnya pelaporan dari masyarakat atas keterangan pindah dan datang dalam domisili warga, baik dalam dan keluar daerah, kemungkinan masih rendahnya pemahaman masyarakat dalam hal ini, yang terbesar kita layani saaat ini pembuatan KTP,KK dan akte lahir, untuk Akte pernikahan, cerai, kematian dan pengakuan anak masih jauh dari harapan Dukcapil, papar sekertaris Dukcapil itu.
                Kadis Dukcapil Ahmad Husein,S.Sos berharap tahun ini Bupati/wakil Bupati sudah bisa merelokasi dinas ini ketempat baru, yang tujuannya untuk dapat memberikan pelayanan lebih epektif dan efesien kepada masyarakat.
                Kepada masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Aceh Tenggara” kunjungilah kantor Dukcapil dengan membawa data pribadi dan lainnya agar secepatnya merekam data untuk pengrusan  KTP-Elektronik, KK dan Akte” kami siap melayani sepenuh hati. Himbau Ahmad Husin.
                  Dalam pantauan penulis tingginya angka kunjungan masyarakat ke kantor pelayanan tersebut, menunjukkan kian sempitnya ruang pelayanan bagi warga yang mengurus KTP-el ,KK serta akte, harusnya pemda  peka dengan kondisi ini, setidaknya Dukcapil sudah memiliki gedung baru yang lebih luas bisa menampung ribuan warga dan  memiliki areal parkir untuk memberi pelayanan maksimal kepada masyarakat umum. (**)

Tampak Gedung Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Aceh Tenggara, berdiri dibawah jalan raya Kutacane-Gayo Lues, dinilai banyak kalangan sudah tidak layak lagi dalam melayani aktivitas warga Agara, saban hari kunjungan masyarakat kian membludak. Gambar di abadikan Selasa (22/3) (Website Agara/Husaini Amin)

Reaksi:

0 komentar: