Rabu, 06 April 2016
On 12.40 by Aceh Tenggara No comments
| Kabid Jalan & Jembatan dari Dinas BMCK Aceh Tenggara, Sapta Marga, ST, ketika diabadikan WEB AGARA belum lama ini, foto dok by Riki Hamdani, Kutacane-Aceh Tenggara. |
Babussalam (WEB
AGARA) : Sedikitnya ada sekitar 53 Persen panjang ruas jalan Kabupaten yang
hingga kini belum tersentuh aspal hotmix di bumi metuah sepakat segenap Aceh
Tenggara, atau sekitar 657 Kilo Meter dari total panjang ruas jalan yang ada di
Daerah ini yang mencapai 1237 Kilo meter.
Demikian
disampaikan Kepala BMCK Agara, Ir M Husein, MM melalui Pj Kabid Jalan & Jembatan
dinas itu, Sapta Marga, ST, ketika ditemui WEB AGARA, Sabtu (2/4), di ruang
kerjanya, dia menambahkan “sedangkan jumlah ruas jalan yang sudah diaspal ada
sekitar 580 Kilo meter, dengan kondisinya sebahagian ada masih jalan kerikil
dan jalan tanah.
Jumlah panjang
ruas jalan tersebut di luar jumlah ruas jalan Provinsi dan ruas Jalan Nasional
yang ada di Aceh Tenggara, dan mantabnya pihak BMCK Agara menargetkan hingga
2019 akan memperbaiki jalan Kabupaten hingga mencapai 60 Persen, ini sesuai
dengan target Nasional.
Dengan menjadi
prioritas sambung Sapta, yakni semua ruas jalan yang dekat dengan pemukiman dan
ruas jalan yang menjadi daerah pengembangan wilayah, dan direncanakan semua
ruas jalan itu akan selesai di tahun 2019 mendatang, kata Alumnus S1 Fakultas
Tekhnik Sipil ini.
Sedangkan jalan
yang bersifat urgent yang dalam dua tahun ini segera dikerjakan adalah rencana
jalan lingkar Kabupaten, dan semua ruas jalan Kabupaten di Kecamatan Louser,
yang kondisinya hampir seluruhnya kini rusak parah dan membutuhkan perhatian
khusus, tandas Sapta Marga.
Dipredikisi
hingga tahun 2017, semua ruas jalan Kabupaten di Kecamatan Louser akan selesai
dikerjakan, ditengarai tahun ini ada sekitar 36, 5 Km jalan di Kecamatan Louser
menjadi fokus utama dan prioritas pekerjaan, terang Sapta.
Sementara jalan
provinsi yang ada di Aceh Tenggara, pihak kita akan melakukan koordinasi lebih
intens guna memperbaikinya dan menambah ruas jalan provinsi, saat ini jumlah
ruas jalan provinsi ada sekitar 40 Kilo meter, terhitung mulai dari Jalan muara
situlen-gelombang.
Di lain sisi, soal
perbaikan seluruh jembatan yang ada di Aceh Tenggara, hanya akan dilakukan
peningkatan mutu jembatan saja yang dulunya jembatan kayu maka akan direhab
menjadi jembatan beton, dengan total jembatan kayu sebanyak 105 jembatan, dan
sejak 2013 hampir 20 Persen sudah direhab menjadi jembatan beton.
Khusus jembatan
rangka baja dari enam jembatan rangka baja yang di Aceh Tenggara hanya
dilakukan pemeliharaan rutin saja setiap tahunnya, hanya ada satu pekerjaan
jembatan rangka baja yakni jembatan Lawe Alas-Ngkeran yang sudah dua tahun ini
dkerjakan, ditargetkan akan selesai pada tahun 2017 mendatang, pungkas Sapta.
Melihat fenomenal
rencana besar proyek jalan dan jembatan di Aceh Tenggara, diharapkan Pemerintah
mendukung sepenuhnya guna memperbaikinya, tidak saja alokasi Dana Otsus guna
memperbaikinya sumber dana lain juga diharapkan dapat turun dan digunakan
sebagai sharing dananya, timpal Sapta Marga.(WA-03)






0 komentar:
Posting Komentar