gbr

Kamis, 14 April 2016

On 15.24 by Aceh Tenggara in    No comments
Ketua PETA Aceh Tenggara, Nawi Sekedang, SE,
KUTACANE (Website Agara) :  Ketua Pembela Tanah Air Aceh Tenggara, (PETA-Agara), Nawi Sekedang, SE sangat berang begitu mengetahui ulah oknum Ketua Komisi Peralihan Aceh (KPA) wilayah pase berinitial Tgk Zulkarnaen alias ‘Tgk Nie’ yang dengan lantang menghina Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.
Berbagai sumber yang dihimpun Web –Agara menyatakan, mirisnya lagi pernyataan berbau hinaan itu dia (red-Tgk Nie) diucapkan saat digelarnya acara keagamaan di daerah tempat tinggalnya, wilayah pase, Provinsi Aceh, belum lama ini, tanpa rasa malu kental berbahasa aceh dia hina Presiden RI.
Yang ironisnya lagi dia barengi dengan perkataan bahwa dirinya siap angkat senjata lagi melawan Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebelumnya juga diduga kuat dia menjadi aktor pengibaran bendera aceh di Negara Arab Saudi, saat dirinya tengah ibadah Umroh, dan ini mendapat penolakan langsung dari kedutaan Arab Saudi, beberapa waktu lalu.
            Ketua PETA Agara (Pembela Tanah Air-Aceh Tenggara), Nawi Sekedang, SE dengan tegas menyebutkan bahwa aksi itu merupakan aksi seperatis yang merupakan musuh negara, dan harus dipidanakan, jika memang terbukti,  dan meminta pihak kepolisian agar memenjarakan Tgk Nie, katanya.
            Kepada Web-Agara, Rabu (13/4), blak-blakan Nawi Sekedang mengungkapkan “PETA siap menjadi garda terdepan guna melawan aksi Tgk Nie itu, jika dia siap angkat senjata guna melawan keutuhan NKRI, PETA juga siap tedepan menghadang dan menumpas aksi seperatis Tgk Nie itu, tegasnya.
            PETA menganggap bahwa Presiden RI adalah salah satu lambang dan simbol Negara yang wajib dengan seluruh tumpah darah anak bangsa menjaga dan melindungi marwahnya, ditengarai ini menyangkut harkat dan martabat bangsa, jika dia menghina Presiden RI berarti satu republik dia hina.
            Aksi ini adalah bahagian dari upaya Tgk Nie guna memprovokasi masyarakat Aceh sambung Nawi yang selama ini sudah kondusif dan damai paska konflik berkepanjangan di Aceh,  untuk itu kita minta Presiden RI, Bapak Jokowi, agar meminta Kapolri turun tangan mengusut tuntas masalah ini, ini adalah masalah bangsa dan harus diselesaikan secepatnya oleh anak bangsa juga, timpalnya.
           
Arnold Napitupulu, SH Sekretaris PETA Aceh Tenggara
Senada dengan kedua Tokoh Pemuda Aceh Tenggara, Arnold, SH mewakili aktivis dan pegiat LSM di Aceh Tenggara, juga menyatakan keprihatinannnya atas sikap oknum Ketua KPA wilayah pase itu, Tgk Zulkarnaen, “bahkan dengan tegas mengatakan meminta pihak kepolisian mengusut tuntas masalah ini agar tidaj berkembang ke arah yang bisa memicu koflik yang lebih besar lagi.
            NKRI adalah harga mati dari Sabang-Aceh sampai ke Merauke-Papua, kita masih berpijak di satu tanah air ibu pertiwi yang namanya Indonesia, begitu juga menyangkut penghinaan Presiden RI, ini tidak bisa ditolerir begitu saja, perlu tindakan tegas secara hukum jika memang terbukti,  pungkas Sekretaris PETA Aceh Tenggara ini. (WA-03) 

Reaksi:

0 komentar: