gbr

Kamis, 07 April 2016

On 10.09 by Aceh Tenggara   No comments
Wabup Agara H.Ali Basrah S.Pd MM saat menyampaikan arahannya, Armentoni Munthe
      Kutacane (Website Agara) Wakil Bupati Aceh Tenggara H. Ali Basrah S.Pd MM secara resmi membuka Pelatihan Pelebat, Canang dan Melengkan, yang di gelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Tenggara, Rabu(6/4)  di Gedung Kesenian Pulonas Kutacane.
Dalam acara tersebut hadir Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah raga Kabupaten Aceh Tenggara Drs.Syahrizal M.Si, seluruh jajaran pegawai dinas Pariwisata dan para peserta pelatihan.
Wakil Bupati Aceh Tenggara H. Ali Basrah S.Pd MM dalam arahannya mengatakan, jangan sampai kita warga Aceh Tenggara ini, lebih cinta Facebook ketimbang seni budaya Alas dan seni budaya etnis lainnya, jika hal itu terjadi, dikhawatirkan akan membuat kita kehilangan jati diri ungkap Ali Basrah.
         Masuknya budaya barat yang bertentangan dan tak sesuai dengan adat istiadat  budaya ketimuran, merupakan tantangan berat yang harus kita hadapi, baik saat ini maupun ke depannya jelas Wabub Ali Basrah.
          Karena itu, tantangan masuknya budaya luar yang bersifat negatif, harus diantisipasi dengan memunculkan dan memaksimalkan pelatihan maupun pembinaan seni dan budaya seperti Pelebat, Canang Alas dan kebudayaan lainnya yang tumbuh dan berkembang di Aceh Tenggara papar Ali Basrah.
          Menjamurnya penggunaan facebook di Aceh Tenggara saat ini, merupakan bentuk budaya luar yang terus merasuk masuk ke Aceh Tenggara dan sangat sulit untuk dibendung, bahkan akibat lain dari Facebook tersebut, banyak kepala SKPK maupun pegawai maupun masyarakat yang tak serius mengikuti berbagai kegiatan, kendati sangat penting tutur Ali Basrah.
          “Tutor dan pemateri menjelaskan pokok bahasan sosialisasi maupun penjelasan satu meteri, tak jarang peserta juga malah asik membuka dan menggunakan facebook, jika ini terus berlanjut, tentu akan membahayakan dan berdampak negatif”, tukas Wabup.
          Kecanggihan informasi dan tekhnologi, merupakan dampak dari era globalisasi yang tak bisa dihindari, sebab itu, dampak positif dari facebook juga harus dimanfaatkan dengan memperbanyak postingan seni dan budaya Aceh Tenggara serta keunggulan pariwisata, kekayaan alam maupun kondisi alam kita yang melimpah, bukan malah memposting hal-hal yang kurang bermanfaat bagi promosi daerah kita”, Sebut Ali Basrah mengingatkan.
          Terkait kesenian pelebat dan canang maupun melengkan Gayo, Wabup menyarankan, agar semua pihak yang terlibat dalam seni tersebut, baik pemateri, pakar maupun pihak lainnya, bisa membuat kreasi seni tersebut lebih indah dan menarik, karena sifat seni dan budaya tersebut bergerak dinamis, bukan monoton dan statis, karena itu seni tersebut harus digali,dipelajari dengan serius dan sungguh-sungguh sebut Wakil Bupati penuh harap.
          Sebelumnya, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Tenggara, Bahagiawati S.Pd M.Ap menyampaikan, pelatihan canang, pelebat dan melengkan dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 6 s/d 9 April 2016, dengan melibatkan 15 peserta pelebat, 15 grup canang dan 9 sanggar yang ikut pelatihan melengkan, ”kita berharap peserta yang ikut pelatihan ini  menjadi cikal bakal berkesinambungan, seni dan budaya pelabat,canang dan melengkan,hingga seni tersebut  menjadi andalan Aceh Tenggara”, pungkas Bahagiawati.(WA-02)
Reaksi:

0 komentar: