gbr

Kamis, 29 Desember 2016

On 02.01 by Aceh Tenggara in    No comments


Kutacane (WEB-AGARA) : Sedikitnya ada ratusan warga Kuta Bantil yang berasal dari dua Kecamatan yakni Kecamatan Lawe Bulan dan Deleng Pokhisen, Kabupaten Aceh Tenggara yang  antusias menghadiri acara temu ramah dan silah turahmi dengan Wakil Bupati non aktif, H Ali Basrah, Kamis (22/12).



            Pantauan WEB-AGARA, acara yang berlangsung sederhana namum sangat kental dengan acara adat warga setempat tersebut, dihadiri juga salah satu anggota DPR RI, HM Salim Fakhri, beserta sejumlah anggota DPRK Aceh Tenggara, Sopian, Budimansyah, dan tidak ketinggalan para tokoh adat dan tokoh masyarakat Kuta Bantil, Kutacane.


            HM Salim Fakhri yang mengawali memberikan kata sambutan dalam acara temu ramah tersebut mengatakan “bahwa acara temu ramah ini merupakan hal positif guna memberikan dukungan dan motivasi kepada H Ali Basrah yang akan bertarung di pentas pilkada 2017 mendatang.


            Untuk itu, saya sebagai salah seorang pendukung fanatic H Ali Basrah menjadi Bupati Agara 2017-2022 merupakan harga mati, kendati diakuinya walau secara profesinya sebagai anggota dewan melarangnya, namun secara pribadi dukungan dan pilihan pilkada mendatang merupakan harga mati guna mendukung H Ali Basrah menjadi Bupati Agara.


            Hal yang sama juga diutarakan Sopian, salah satu anggota DPRK Agara, selain dukungan partai Nasdem yang jatuh kepada H Ali Basrah, secara pribadi saya juga memberikan dukungan dan pilihan kepada Cabup nomor urut 2 ini, karena memang masih yang paling layak didukung pada pilkada 2017 mendatang.


            Sementara itu, Wakil Bupati non aktif, H Ali Basrah, dalam arahannya mengatakan “ saya himbau kepada para pendukung setia (H Ali Basrah-Denny) tidak perlu arogan dalam kita menunjukkan sikap dan dukungan kita, saya sangat berterima kasih kepada seluruh masyarakat atas dukungan tersebut.


            Pilkada ini merupakan puncak dari sebuah pesta demokrasi yang langsung dipilih oleh rakyat dalam menentukan para pemimpinnya, namanya pesta kan gak harus dengan cara-cara sombong dan arogan, kedepankan rasa kesantunan dalam kita menunjukkan sikap suka cita dukungan dan pilihan kita, saya yakin masyarakat akan lebih besar dan banyak lagi yang simpatik, jika saja hal-hal mulia tersebut menjadi landasan kita berdemokrasi.(WA-03)

0 komentar: