gbr

Rabu, 01 Februari 2017

On 22.57 by Aceh Tenggara in    No comments

Foto insert salah satu APK yang dirusak, milik paslon ABDI No urut 2, yang diamankan oleh pihak Panwaslih-Agara, yang terjadi belum lama ini, foto dok by Riki Hamdani
         Babussalam (WEB-AGARA) : Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten Aceh Tenggara (Panwaslih –Agara) mengklem bahwa laporan pelanggaran kampanye pada masa kampanye didominasi dengan dirusaknya APK (Alat Peraga Kampanye) yang resmi dipasang oleh pihak penyelenggara.
             
              Demikian dikatakan Hidayat, SE, Koordinator divisi humas & sosialisasi Panwaslih-Agara, ketika disambangi WEB-Agara, beberapa waktu lalu, ditambahkannya, “sejak bergulirnya masa kampanye, yang hingga hari ini memasuki bulan ketiga masa kampanye .
Atau yang akrab kita sebut sebagai rapat umum terbatas dari masing-masing paslon Bupati dan Wabup Agara, baik no urut 1 (Rabu : Raidin-Bukhari), maupun no urut 2 (ABDI : Ali-Denny), pihak Panwaslih Agara telah menerima 12 laporan pelanggaran kampanye.
Mantabnya lagi, dari 12 laporan pelanggaran tersebut, didominasi dari pengerusakan APK (Alat Peraga Kampanye) serta pemasangan yang bukan termasuk dari Alat Peraga Kampanye (APK), dari masing-masing paslon, kata mantan jurnalis di salah satu media harian terbitan Sumut-Aceh ini.
            Ironisnya lagi, sebahagian besar laporan-laporan pelanggaran tersebut, berasal dari kedua kubu paslon, melalui tim pemenangannya yakni baik dari Tim Rabu, maupun dari kubu Tim ABDI, terangnya.
 Alhamdulillah sejauh ini, laporan-laporan pelanggaran kampanye itu, dari pihak Panwaslih Agara sudah ada yang kita rekomondasikan baik itu ke Gakkumdu (Gerakan Hukum Terpadu), maupun ke pihak KIP-Agara, belum lama ini, dan sebahagian lagi, lapoaran-laporan itu tengah kita proses, pungkas Hidayat.
Jadi diharapkan di sisa masa kampanye ini, praktis hanya tinggal beberapa hari lagi sebelum memasuki masa tenang dan hari pencoblosan, kepada masyarakat Aceh Tenggara secara umum, dan secara khusus kepada para simpatisan Tim Pemenangan dari masing-masing kandidat, agar mampu dan bisa menahan diri.
Kedepankan rasa persaudaraan, anggap perbedaan dalam memilih merupakan sesuatu yang indah bukan malah sebaliknya sebagai ajang perpecahan, anggap pemilukada kali ini sebuah bahagian dari proses pembangunan, yang jelas-jelas menghasilkan pemimpin yang cerdas murni pilihan masyarakat guna membawa kea rah yang lebih baik lagi, lebih sejahtera tentunya, imbuh Hidayat. (WA-03)
 


Reaksi:

0 komentar: