gbr

Selasa, 14 Maret 2017

On 00.59 by Aceh Tenggara in    No comments




Teks foto:
1.       Foto insert gedung pabrik kakao di Agara yang hingga kini tak difungsikan, foto dok by Riki Hamdani//Kutacane
Badar (WEB-Agara) :Gedung permanen milik Pabrik Kakao yang rencananya bakal dikelola oleh Pemkab Aceh Tenggara, yang terletak persis di Jalan Lintas Kutacane-Gayo lues, dengan memiliki sejumlah ruangan yang amat besar, kini kondisinya sangat memprihatinkan.


Pantauan WEB-Agara, beberapa waktu lalu, gedung Pabrik Kakao itu, sepertinya sengaja dibiarkan terlantar nyaris tanpa ada perawatan, akibat tak difungsikan dengan semestinya, tak ayal, kini gedung pabrik kakao tak ubah seperti bangunan tua bersejarah.

Padahal kata Tia, salah satu warga Kutacane, bahwa gedung pabrik kakao itu telah lama dibangun rencananya sebagai tempat atau pusat pengelolahan kakao, menjadi setengah bahan jadi untuk coklat tadi, makanya, persis didepan gedung ini terlihat miniatir buah coklat atau kakao kokoh berdiri, katanya.

Namun anehnya, begitu selesai dibangun gedung pabrik kakao itu tak difungsikan juga oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, entah apa penyebabnya setengah bertanya Warga tadi, yang jelas tak sekali pun bangunan ini digunakan sebagai tempat pengelolahan kakao, timpalnya.

Sejak awal dibangun persisnya pada tahun 2012 lalu, yang dilanjutkan pada pembangunan pagar di tahun berikutnya, serta sejumlah alat yang kami kira bakal digunakan sebagai mesin pengupas buah kakao itu, hinggq kini tak sekalipun difungsikan, ujar Tia.

Praktis, jika dihitung-hitung setidaknya sudah hampir empat tahun gedung ini dibiarkan kosong seperti itu, yang parahnya lagi, gedung ini dibiarkan kosong tanpa seorang pun yang menjaga dan membersihkannya.

Padahal tidak sedikit uang yang sudah digelontorkan untuk dana pembangunan gedung pabrik kakao ini, tak pelak seakan sia-sia gedung itu dibangun, jika hingga kini tak kunjung jelas juntrungnya bakal difungsikan, pungkas warga lainnya.(WA-03)
 


 

0 komentar: